Penderitaan yang telah di alami


Sedikit Tentang Cerita Hidup

A

ku adalah orang asli Jawa,tepatnya Desa kacangan Kabupaten TulungAgung Jawa Timur di Desa itu lah aku lahir dan tumbuh besar. Hingga usia ku 10 tahun aku di pindahkan di bekasi kota dimana aku tumbuh besar sampai sekarang kepindahan ku bukan tanpa alasan pada dasarnya aku adalah anak yang penurut  mungkin karena tanpa perhatian orang tualah aku menjadi aga sedikit nakal selama aku di jawa orang tua ku tinggal di bekasi ayahku ku adalah seorang perantau sedangkan ibuku memang tinggal di bekasi. itulah sebabnya mengapa mereka tetap di bekasi. Saat itu aku sedang bermain dengan teman-teman,entah bagaimana tanpa sengaja aku membakar semacam kain penyaring nyamuk di ruang kamarku. dan dengan cepat membakar seisi rumah kejadian itu begitu cepat yang aku ingat malamnya aku berada di pangkuan nenekku.Kenakalan ku tidak hanya itu sejak kelas 1 aku sering mendapatkan rangking di sekolah ku namun di saat kelas 2 prestasiku menurun drastis dari rangking 1 menjadi ke 8,sebab itulah aku di pindahkan ke kota bekasi. Disini lah aku tingal bersama orangtua ku. Aku adalah anak pertama. Dan keluarga kami tidak mempunyai pembantu. Sejak aku kelas 5 SD aku sudah dibiasakan untuk bangun pagi dan menjaga adik ku ketika ibu sedang sibuk, bukan hanya itu aku juga harus membersihkan rumah setiap pagi dan sore. Sejak aku masuk SMP aku sudah mulai mencuci baju ku sendiri. Aku bukan tipe anak yang suka mengeluh semua kulakukan karena mungkin sudah kewajiban ku dan aku adalah seorang anak lelaki. Dalam keluarga ku tidak semua yang ku lalui adalah yang tidak menyenangkan,menurut ku aku terlahir dengan keadaan ekonomi yang cukup. Jika kita memikirkan banyak orang lain yang mungkin kurang beruntung di bandingkan aku. Sejak kecil aku lebih dekat kepada ibu di bandingkan ayah aku sangat menyayangi dan menjaga ibu. Ibu adalah segalanya dalam hidupku. Ibu yang sejak kecil aku sayang,begitu senangnya aku jika bisa bercanda dengannya. Ibu yang selalu memanjakan aku. Tapi setelah berumur 15 tahun. Perubahan demi perubahan sering kurasakan mungkin karena adik ku,kata orang wajar kalo anak paling kecil itu dimanja. Mulai dari aku yang sering di bilang oon oleh ayah dan ibu. Ibu yang memandangku bukan seperti anak. Kekerasan dalam hidupku hanya di tampar oleh ayah tapi aku lebih suka di tampar dari pada kekerasan hati yang ku terima. Semakin aku dewasa semakin seperti anak kecil yang ku rasa akan ibu. Apa yang dulu pernah ibu nasihatkan kepadaku sekarang ibulah yang kurasa seperti itu apalagi ketika ia dengan teman-temannya. Sama seperti anak-anak lain aku ingin ibuku memakai kerudung dan sering berada di rumah. Aku memang tidak terlalu menghormati teman-temannya yang kurasa tidak perlu di hormati. Semakin usia ku bertambah aku merasa aku di perlakukan seperti anak n kecil,contoh kecilnya bila aku ingin bermain,orangtu ku selalu bertanya “mau kemana”,”main ma siapa”. Sebagai anak berumur 19 tahun tentu aku merasa risih dengan pertanyaan itu. Namun sisi positifnya lah yang tetap aku jadikan sebuah pemikiran ku. Ini adalah sebagian kisah ku,dan hanya tuntutan tugas lah aku menulis ini.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s